Kamis, 06 Desember 2012

Bahaya Syirik


BAHAYA-BAHAYA SYIRIK


Syirik mempunyai bebagai macam bahaya dan kerusakan dalam kehidupan pribadi dan masyarakat. Di antaranya yang terpenting adalah :

1.      Syirik penghinaan kemanusiaan

Ini adalah penghinaan terhadap kemuliaan manusia, degradasi nilai dan martabatnya. Allah telah menjadikannya kahlifah di permukaan bumi,   memuliakannya, mengajarkannya tentang semua nama, menundukkan untuknya segala yang ada di langit dan di bumi, dan memberikan kepadanya kedaulatan atas segala sesuatu di alam semesta. Namun ia tidak tahu nilai dirinya, ia jadikan sebagian  alam semesta sebagian tuhan yang disembah, ia tunduk dan sujud padanya, padahal ia tuan alam semesta ini. Allah berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (QS. Fushshilat : 37)

Penghinaan apa lagi yang lebih besar dari pada ratusan juta manusia melakukan penyembahan terhadap seekor sapi yang ditundukkan Allah untuk melayaninya, dan dimakan dagingnya , bukan malah dijadikan sebagai sembahan yang dikultuskan. Oleh karena itu      al-Qur’an memberikan gambaran bagaimana kemusyrikan itu merendahkan martabat pelakunya :

وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

Barang siapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.(QS. Al-Hajj : 31)
     
2.      Syirik merupakan pintu masuk khurafat

Syirik memasuki sarang khurafat dan mitos; karena orang yang meyakini adanya sang penentu selaian Allah pada alam ini seperti bintang, jin, roh halus, dan sebagainya, maka berarti akalnya siap menerima segala khurafat, membenarkan semua mitos. Oleh karena itu, dalam masyarakat musyrik muncul subur barang dagangan para dukun, peramal, tukang sihir, astrolog dan semacamnya yang mengklaim tahu masalah yang ghaib. Di samping masyarakat ini menyepelekan usaha dan ikhtiar, dan mengagantungkan diri pada jimat, jampi, sihir, tumbal, dan sejenisnya.  

3.      Syirik merupakan kezaliman yang besar

Syirik merupakan kezaliman  yang besar, zalim terhadap hakikat kebenaran, zalim terhadap diri sendiri, dan zalim terhadap yang  lain. Dikatakan zalim terhadap hakikat kebenaran, karena hakikat kebenaran yang paling besar adalah bahwa tidak ada tuhan  yang harus diibadahi dan ditaati selain Allah, tidak ada tuhan pemelihara selain Dia, dan tidak ada ketentuan selain ketentuan-Nya.  Akan tetapi orang musyrik menjadikan selain Allah tuhan yang disembah, mencari pemelihara  selain Allah, dan mencari ketentuan hukum selain ketentuan  Allah. Dikatakan zalim terhadap diri sendiri, karena orang yang musyrik menjadikan dirinya sebagai hamba makhluk yang sama seperti dia atau lebih rendah dari pada dirinya, padahal Allah menjadikannya orang yang merdeka. Dikatakan zalim terhadap yang  lain, karena orang yang menjadikan selain Allah sebagai sekutu bagi-Nya berarti ia telah berbuat zalim kepadanya, di mana ia memberikannya hak yang bukan miliknya.

4.      Syirik merupakan sumber rasa takut

Syirik merupakan sumber ketakutan dan kegalauan, karena tauhid merupakan sumber rasa aman dan ketentraman. Orang yang akalnya menerima segala bentuk khurafat, membenarkan segala bentuk mitos, maka ia akan menjadi orang yang takut dari berbagai penjuru. Dari tuhan-tuhan yang disembah, para asisten tuhan, dari kegalauan yang dihembuskan oleh para asisten tuhan, dukun, dan para pengikutnya. Oleh karena itu dalam suasana syirik menyebarlah rasa pesimisme, anggapan sial, dan rasa takut tanpa sebab yang jelas. Allah swt berfirman :

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَمَأْوَاهُمُ النَّارُ وَبِئْسَ مَثْوَى الظَّالِمِينَ

Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang lalim. (QS. Ali Imran : 151)

5.      Syirik dapat menghapuskan sikap optimisme seseorang

Syirik dapat menghalangi kerja yang bermanfaat, dapat menghapuskan sikap optimisme dan percaya diri seseorang  -setelah bergantung pada Allah-; hal itu dikarenakan syirik itu mengajarkan kepada para penganutnya sikap ketergantungan pada para perantara. Mereka melakukan segala bentuk dosa dan kesalahan dengan andalan bahwa tuhan-tuhan mereka akan memberikan pertolongan kepada mereka. Inilah yang diyakini orang-orang musyrik Arab tentang tuhan dan berhala mereka. Allah berfirman :

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ

Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah". (QS. Yunus : 18)

Seperti mereka halnya orang-orang Nasrani yang melakukan kejahatan apa saja yang diinginkan hawa nafsu dengan keyakinan bahwa tuhan mereka “Yesus” telah mengampuni dosa-dosa mereka ketika disalib –menurut anggapan mereka- sebagai tebusan terhadap manusia.

6.      Bahaya syirik di akhirat

Di atas adalah bahaya syirik di dunia. Sedangkan bahayanya di akhirat cukuplah bahwa syirik adalah dosa besar yang tidak diampuni sebagaimana firman Allah :

إِنَّ اللَّهَ لا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.(QS. An-Nisa’ : 48)
Orang musyrik tidak punya tempat tinggal kecuali neraka, ia diharamkan masuk surga. Allah berfirman :

إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang penolong pun. (QS. Al-Maidah : 72)

Rasululah saw bersabda :

مَنْ لَقِيَ اللَّهَ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَقِيَهُ يُشْرِكُ بِهِ دَخَلَ النَّارَ

Barangsiapa yang bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, maka pasti ia masuk surga. Dan barangsiapa yang bertemu dengan  Allah dalam menyekutukan-Nya, maka pasti ia masuk neraka. (HR. Muslim)

(والله أعلم بالصواب)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar