Kamis, 06 Desember 2012

Nifaq


NIFAQ

1. Pengertian Nifaq

-          Menurut bahasa : diambil dari kata nafiqa’ al-yarbu’ artinya lubang yarbu’ (binatang sejenis tikus); dan dari kata  an-nafaq yang berarti terowongan. Jadi secara bahasa bisa diartikan menampakkan sesuatu dan menyembunyikan lawannya.
-          Menurut istilah : menampakkan sesuatu yang sesuai dengan kebenaran dan menyembunyikan  yang bertentangan dengannya. Atau menampakkan Islam dan kebaikan dan menyembunyikan kekufuran dan kejahatan.

2. Sebab-sebab Nifaq

a.       Meyakini kekufuran dan membenci Islam.
b.      Keberadaan orang munafiq dalam kekuasaan pemerintahan Islam.
c.       Lemahnya orang munafiq dalam menghadapi pemerintahan Islam.
d.      Untuk mendapatkan kepentingan materi dan moral.
e.       Untuk mencapai posisi-posisi jabatan dan kepemimpinan.
f.       Melindungi  jiwa dan harta.
g.      Memerangi Islam dan umat Islam.

3. Macam-Macam Nifaq

a.       Nifaq Akbar (Nifaq I’tiqadiy) : menampakkan Islam dan menyembunyikan kekufuran. Nifaq akbar terdiri dari :
1)      Melecehkan Allah, Rasul-Nya dan al-Qur’an. Firman Allah :
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ (65) لَا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ (66)  
65. dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
66. tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa. (QS. At-Taubah/9:65-66)

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ (14)
14. dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman". dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, mereka mengatakan: "Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok." (QS. Al-Baqarah/2:14)


2)      Mencela Allah, Rasul-Nya, atau mendustakan keduanya.
وَمِنْهُمْ مَنْ يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِنْ لَمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ (58)  
58. dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah. (QS. At-Taubah/9:58)
3)      Berpaling dari agama Islam, mencelanya, berusaha agar orang lain menjauh, dan tidak berhukum kepadanya. Membenci Rasul saw.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا (60) وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا (61)
 60. Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? mereka hendak berhakim kepada thaghut, Padahal mereka telah diperintah mengingkari Thaghut itu. dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
61. apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu Lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (QS. An-Nisa'/4:60-61)
.
4)      Meyakini kebenaran aliran-aliran yang merusak dan mengajak orang lain kepadanya, padahal ia mengetahui hakikatnya.
5)      Membela dan menolong kaum kafir untuk memerangi kaum muslimin. (QS. 59:11, 5:51-52).
6)      Menunjukkan kegembiraan tatkala orang-orang kafir mendapatkan kemenangan, dan tatkala orang-orang Islam mendapatkan kekalahan atu kerugian. (QS. 3:119-120).
7)      Mencaci maki dan mencela para ulama, reformis, dan semua kau muslimin yang berlaku benar, karena kebencian kepada mereka, dakwah dan agama mereka. (QS. 2:13, 9:79)
8)      Memuji kaum kafir, memuji para pemikir mereka, dan menyebarkan pendapat-pendapat mereka yang bertentangan dengan Islam. (QS. 58:14)

b. Nifaq Ashghar (Nifaq ‘Amaliy) : Secara sembunyi tidak  menjaga hukum-hukum agama dan secara terang-terangan senantiasa menjaganya. Nifaq ashghar ini terdiri dari :
1)      Dusta dalam berbicara.
2)      Mengingkari janji.
3)      Mengkhianati amanah.
4)      Durhaka dalam bertengkar.
Sabda Rasulullah saw :
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : "  أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا ,  وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا ، إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ ، وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ ، وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ " .  (رواه البخاري ومسلم)
Dari Abdullah bin 'Amr, bahwa Nabi saw. bersabda : "Ada empat sifat apabila terdapat pada diri seseorang ia termasuk orang munafik murni, dan apabila satu dari empat sifat itu ada padanya, berarti ia mempunyai sifat munafik sehingga ia meninggalkannya. (Yaitu) Apabila diberi amanat ia khianat, apabila ia bicara ia dusta, apabila berjanji ia mengingkari dan apabila ia bertengkar ia berbuat durhaka".    (HR. Bukhari dan Muslim)

5)      Menipu.
Firman Allah :
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali
6)      Meninggalkan shalat shubuh dan shalat ‘isya secara berjama’ah.
Sabda Rasulullah saw :
أَثْقَلُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ الْعِشَاءُ وَالْفَجْرُ
Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafiq adalah shalat isya dan shubuh. (HR. Bukhari)

4. Bahaya Nifaq

a.             Terhadap orang munafiq
1)   Selalu merasa gelisah dan takut. Firman Allah :

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (4)
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. dan jika mereka Berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Al-Munafiqun/63 : 4)


2)   Azab yang pedih di akhirat. Firman Allah :

فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُون
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS. Al-Baqarah/2 : 10)


Firman Allah :
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. An-Nisa’/4 : 145)

b.   Terhadap masyarakat muslim
1)   Menghalangi manusia dari mengikuti kebenaran. 
                        Firman Allah :
اتَّخَذُوا أَيْمَانَهُمْ جُنَّةً فَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Mereka itu menjadikan sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang Telah mereka kerjakan. (QS. Al-Munafiqun/63 : 2)

Sabda Rasulullah saw :
"إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيمِ اللِّسَانِ".
Sesungguhnya  yang paling aku khawatirkan terhadap kalian sesudahku adalah setiap orang munafiq yang pandai bersilat lidah. (HR. Ath-Thabrani)

2)   Menjauhkan manusia dari berfikir mencari kebenaran. Hal ini dengan membatasi pemikiran hanya untuk mencari kerelaan manusia.
3)   Merusak akhlaq. Firman Allah :

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik. (QS. At-Taubah/9 : 67)
4)   Merusak hubungan sesama muslim. Firman Allah :

لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُوا خِلَالَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.  (QS. At-Taubah/9 :47)

Firman Allah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh Telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya. (QS. Ali Imron/3 : 118)

5)   Menyingkap kelemahan umat Islam kepada musuh. Firman Allah :

وَإِذَا رَأَيْتَهُمْ تُعْجِبُكَ أَجْسَامُهُمْ وَإِنْ يَقُولُوا تَسْمَعْ لِقَوْلِهِمْ كَأَنَّهُمْ خُشُبٌ مُسَنَّدَةٌ يَحْسَبُونَ كُلَّ صَيْحَةٍ عَلَيْهِمْ هُمُ الْعَدُوُّ فَاحْذَرْهُمْ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (4)
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadikan kamu kagum. dan jika mereka Berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. mereka adalah seakan-akan kayu yang tersandar. mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukan kepada mereka. mereka Itulah musuh (yang sebenarnya) Maka waspadalah terhadap mereka; semoga Allah membinasakan mereka. bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Al-Munafiqun/63 : 4)
6)                  Melenyapkan daulah Islamiyah. Hal ini seperti pemberontakan yang telah mereka lakukan terhadap khalifah Usman bin Affan. Dan yang telah mereka lakukan dalam menghancurkan terhadap khilafah Islamiyah yang di bawah kekuasaan orang-orang Turki Usmani.

(والله أعلم بالصواب)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar