Senin, 28 Mei 2012

Ikhlas

IKHLAS
(Oleh : H. Asnin Syafiuddin, Lc. MA)



A.    Definisi Ikhlas

Menurut bahasa Arab ikhlash (الإخلاص) berasal dari kata خَلَصَ خُلوصـــــــاً ، وخلاصاً, yang berarti bersih dan hilang kotorannya. Kalimat أخلص الشيء  berarti membersihkannya dari cacatnya. Perbuatan yang dibersihkan dinamakan ikhlash. Allah SWT berfirman :
وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهِ مِنْ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَبَنًا خَالِصًا سَائِغًا لِلشَّارِبِينَ
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum daripada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya. (QS.  An-Nahl : 66)
Imam al-Ghazali mengatakan : Bersihnya susu itu bahwa tidak ada campuran kotoran, darah, dan apapun juga, dan menurut adat kebiasaan bahwa sebutan  ikhlas dikhususkan pada memurnikan niat taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT dari segala noda.
Menurut istilah ulama sebagaimana disebutkan oleh Sayyid Sabiq dalam bukunya “Islamuna” ikhlas adalah :
أن يقصد الإنسان  بقوله  وعمله  وجهاده  وجه الله وابتغاء مرضاته ، من غير نظر إلى مغنم ، أو جاه ، أو لقب ، أو تقدم ، أو تأخر ، ليرتفع المرء عن نقائص الأعمال ، ورذائل الأخلاق ، ويتصل مباشرة بالله .
Seseorang menyengaja dalam perkataan, perbuatan, dan jihadnya semata-mata hanya mencari ridha Allah; tanpa memperhatikan ghanimah (harta rampasan perang), pangkat, gelar, kemajuan, atau kemunduruan; agar dia terangkat dari perbuatan yang rendah dan akhlak yang hina serta berhubungan langsung dengan Allah.

B.     Urgensi Ikhlas

1.   Adalah merupakan kerja hati yang paling penting. Rasululloh Bersabda: ”Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian dan juga pada harta kalian, akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.” ( HR. Muslim).
Ibnul Qoyyim berkata: ”Kerja hati adalah utama dan kerja badan adalah mengikut dan penyempurna, niat itu bagaikan ruh dan amal bagaikan jasad.” 

2.   Ikhlash merupakan salah satu syarat diterimanya amal. Allah berfirman: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS.67: 2) Al-fudloil bin ‘Iyadl berkata:  “yang dimaksud dengan “yang lebih baik amalnya” adalah yang paling ikhlash dan paling benar”

3.   Ikhlash memperbesar amal yang kecil dan riya’ mengecilkan amal yang besar. Allah berfirman: ”Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. 23: 25) Imam Ibnul Qoyyim berkata: Yang dimaksud dengan ayat diatas adalah: Amal yang tidak sesuai dengan sunnah atau amal yang dilakukan bukan karena Allah. Ibnu Abdulloh bin Al-Mubarok berkata: Banyak amal yang kecil yang menjadi besar karena niyat, dan banyak amal yang besar menjadi kecil karena niyat.”

4.   Ikhlash  merupakan  benteng bagi seorang mu’min dari godaan syetan.  Allah berfirman: ” kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".(QS. 15: 40) Al-Ma’ruf Al-Karkhi Berkata: ”Wahai jiwaku berlaku ikhlash-lah engkau akan terbebas dari segala masalah.

5.   Ulama’-ulama’ salaf  menaruh perhatian besar dalam masalah ini Umar bin Al-Khottob ketika menulis surat kepada Abu Musa Al-Asyari berkata: ” Siapa yang niatnya telah ikhlash, Allah akan menjadi pelindungnya dari yang lain. 

C.    Hasil Ilkhlas

1.      Diterimanya amal. Rasululloh Bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali yang murni untuk-Nya dan dalam rangka mencari Ridlonya.” (HR. Nasai) Dalam hadis yang lain Rasululloh bersabda: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niat, dan segala sesuatu itu tergantung dengan apa yang diniatkan, barang siapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrah itu untuk Allah dan rasulnya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau wanita yang akan dinikahi, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diinginkan.”   ( HR. Bukhori)

2.      Mendapat pertolongan dan dukungan. Rasululloh Bersabda: ”Sesungguhnya Allah akan menolong ummat ini dengan ummat yang lemah diantara mereka. Yaitu dengan do’a mereka, sholat mereka dan keikhlasan mereka. (HR. An-Nasa’i)

3.      Hati bersih dari kebencian, sakit hati dan khiyanat. Dalam haji wada’ Rasululloh bersabda: ” Ada tiga hal yang tidak menyebabkan kebencian dalam kalbu seoarang mu’min; beramal dengan ikhlash karena Allah, saling memberi nasihat bagi pemimpin, dan komitmen dalam jamaah, sebab do’a mereka selalu menyertai mereka dari belakang” (HR.Tirmidzi) Maksudnya adalah bahwa kebencian tidak akan masuk kedalam kalbu mereka yang menyebabkan hilangnya kebenaran.

4.      Diampunkan dosa-dosanya. Seperti kisah hadis bitokoh.

5.      Mengubah amalan mubah menjadi sunnah. Rasululloh Bersabda: ” dalam melakukan hubungan suami istri merupakan sodakoh” (HR. Muslim)

6.      Mendapat jalan keluar dari kesulitan dan dikabulkannya do’a. Seperti kisah tiga orang yang terperangkap dalam goa.

7.      Menghilangkan keraguan dan bisikan setan. Allah berfirman: ” Iblis ber- kata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".

8.      Mendaapatkan pahala walau tidak mampu beramal. Rosululloh bersabda: ”Sesungguhnya banyak orang yang tiggal di Madinah, kita tidak menempuh lembah atau menuruni jurang kecuali mereka ikut mendapat pahala, mereka terhalang udzur. (HR. Bukhori)

D.    Sifat-sifat Orang yang Ikhlas

1.      Hanya mengharap Ridlo dari Allah. Seorang badui datang kepada Rosululloh dan berkata: Wahai Rosululloh, seorang berperang karena fanatisme, atau karena keberanian, atau untuk menunjukkan kehebatan, mana yang terma-suk sabilillah?, Rosululloh bersabda: Barang siapa yang berperang untuk meninggikan kalimah Allah, dialah yang termasuk sabilillah. (HR. Bukhori Muslim)
2.      Beramal dengan sembunyi-sembunyi lebih dia sukai dari pada di depan umum. Allah berfirman: ” Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)” (QS. 13:22) Dalam ayat Yang lain Allah berfirman: ” Jika kamu menampak-kan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyem-bunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapus-kan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan..” (QS. 2:271) Rosululloh bersabda: ”Seorang yang bersodaqoh kemudian disembunyikan, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di infakkan oleh tangan kanannya.”

3.      Batin mereka lebih hidup dari lahiriyahnya. Rosululloh bersabda: Sungguh akan ada kaum dari ummatku, datang dihari kiyamat dengan membawa kebajikan sebesar gunung tihamah, berwarna putih, kemudian Allah menjadikan amal tersebut seperti fatamurgana. Para sahabat berkata, jelaskanlah kepada kami wahai Rosululloh?, Rosululloh bersabda: Mereka adalah saudara kalian, dan dari bangsa kalian, mereka melakukan kiyamullail seperti kalian, akan tetapi mereka adalah kaum yang apabila mendapat-kan kesempatan melanggar aturan Allah, mereka melanggarnya.

4.      Mereka takut amal mereka tidak diterima. Allah berfirman: ” Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka(QS. 23:60) Rosululloh bersabda: ”Orang-orang yang berpuasa, sholat, dan ber sedekah, dan mereka takut amal mereka tidak diterima, mereka itulah orang-orang yang bersegera kepada kebaikan. (HR. Tirmidzi)


(والله أعلم بالصواب)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar